Partnership Itu Penting: Dosen Administrasi Bisnis Mengikuti FGD Kerjasama Internasional di Jakarta

Dr Unang Mulkhan dosen Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis diundang oleh United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC) untuk mengikuti Focus Group Discussion (FGD) tentang Strategi Kemitraan dan Kerjasama Internasional dalam Sustainable Development Goals (SDGs) pada Selasa, 19 November 2019 di Hotel Aston Rasuna Jakarta. Saat dosen Jurusan Administrasi Bisnis ini memiliki fokus kajian riset tentang pembangunan berkelanjutan. FGD ini dilakukan dengan beberapa stakeholders termasuk pemerintah daerah. Pemerintah daerah semakin menghadapi pengalaman yang dinamis dan tantangan yang berubah pada masalah urbanisasi. Tantangan-tantangan ini beragam mulai dengan populasi yang berubah, demografi yang berubah, perubahan iklim, pendapatan yang tidak pasti, dan distribusi ekonomi yang tidak merata. Karena pemerintah daerah adalah ujung tombak implementasi pembangunan dan oleh karena itu pemerintah daerah perlu terus beradaptasi dengan tantangan-tantangan yang telah ditetapkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan juga Agenda Urban Baru (New Urban Agenda/NUA).

FGD kemitraan dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan adalah alat yang digunakan untuk mewujudkan agenda pembangunan nasional melalui Tujuan 17 TPB dan sarana implementasi Agenda Perkotaan Baru. Problem saat ini pemerintah daerah seringkali tidak memahami prosedur membentuk kemitraan multi-pemangku kepentingan secara domestik atau internasional yang efektif. Ini didasarkan pada beberapa faktor seperti kurangnya perencanaan dan  jalur tata kelola yang tidak jelas dalam membentuk kerja sama antara pemerintah daerah atau inisiatif yang dapat berkontribusi pada agenda pemerintah nasional dan global. Tujuan FGD ini adalah (1) mendapatkan diskusi mendalam tentang masalah membangun kemitraan multi-pemangku kepentingan yang efektif; (2) memperoleh diskusi mendalam tentang aliran tata kelola dalam membentuk bantuan teknis internasional untuk pemerintah daerah; (3) mengeksplorasi masalah tentang bagaimana membentuk kerja sama antara pemerintah daerah di Indonesia dan di negara-negara lain untuk implementasi SDG dan NUA yang efektif; (4) meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan asosiasi pemerintah daerah dalam mempercepat pencapaian SDG dan penyerahan aset. Sedangkan output FGD ini adanya baseline pelatihan Kemitraan Multipihak dan peta jalan aliran tata kelola untuk membentuk bantuan teknis internasional di pemerintah daerah. Ketua Jurusan Administrasi Bisnis Ahmad Rifa’i, SSos, MSi menyampaikan “Kami sangat yakin bahwa dosen-dosen jurusan kami mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional,” ungkapnya. (UM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *