
Dr Unang Mulkhan dosen Jurusan Administrasi Bisnis FISIP Unila terpilih sebagai salah satu peserta mewakili Indonesia dalam Program Workshop Kajian Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh The Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto University Jepang berkerjasama dengan Vietnam National University – Central Institute for Natural Resources and Environmental Studies (VNU-CRES), di kota Hanoi Vietnam tanggal 7 – 13 November 2019. Workshop ini mengangkat tema “Economic Growth, Ecology, and Equality: Learning from Vietnam”. Tema tersebut dipilih karena di seluruh dunia pertumbuhan ekonomi seringkali mengarah pada degradasi ekologis dan ketidaksetaraan. Banyak negara telah mengalami kerusakan ekologi dan berbagai bentuk ketidaksetaraan, misalnya akses yang tidak merata ke sumber daya alam, kesempatan kerja serta kesempatan pendidikan yang tidak merata, dan kesenjangan regional. Situasi sulit tersebut menjadi salah satu masalah paling kritis dan mendesak di Asia Tenggara.

Vietnam dipilih menjadi tempat seminar dan workshop karena keunikannya yaitu sebagai salah satu negara yang kuat secara ekonomi di Asia Tenggara yang bergeser dari rezim sosialis ke ekonomi berorientasi pasar. Di tengah perkembangannya yang cepat dalam beberapa dekade terakhir, Vietnam dalam berbagai cara telah berupaya untuk memastikan keseimbangan yang baik antara pertumbuhan, ekologi, dan kesetaraan. Oleh karena itu, menurut Dr Unang “Tujuan workshop ini adalah untuk belajar dari pengalaman transisi sosial-ekonomi Vietnam dibandingkan dengan kasus-kasus lain di Asia Tenggara,” jelasnya.

Perwakilan dari Jepang sekaligus koordinator program ini adalah Professor Yanagisawa Masayuki dari CSEAS Kyoto University Jepang. Pembicara dari Vietnam yang memberikan kuliah di awal program yaitu Director VNU-CRES Dr Luu The Anh tentang Risks and Challenges to Sustainable Development in Vietnam dan Vice President Vietnam Academy of Agricultural Sciences Dr Dao The Anh tentang Agricultural Policy to Minimize Inequality in Agricultural Sector in Vietnam. Turut hadir Director CSEAS Kyoto University Jepang Professor Hayami Yoko yang memberikan kuliah Different But/and Equal: Gender and Diversity in Southeast Asia.

Seluruh peserta di bawa ke lapangan untuk menganalisis beberapa kasus dalam konteks ekonomi, sosial, dan lingkukan misalnya di Ay Tuu flower village (Làng hoa Tây Tựu, Từ Liêm, Hà Nội), Chang Son paper fan village
(Làng nghề quạt giấy Chàng Sơn, Thạch Thất, Hanoi), Phu Vinh Rattan-Bamboo craft village (Làng nghề mây tre đan Phú Vinh, Chương Mỹ, Hà Nội), Lang Chuong making conical-hat village (Làng nghề làm nón Làng Chuông, Phương Trung, Thanh Oai, Hà Nội), dan juga berkunjung ke daerah perbatasan Vietnam dan Laos yaitu Nghe An Province, Anh Son district.

Setelah dibawa mengunjungi desa dan kegiatan ekonomi masyarakat seluruh peserta diakhir program ini diminta untuk memberikan presentasi di kampus VNU tentang pengalaman selama turun lapangan, analisis masalah dan solusi, serta menunjukkan keterkaitannya dengan penelitian yang peserta akan lakukan kedepan. Ketua Jurusan Administrasi Bisnis Ahmad Rifa’i, SSos, MSi menyampaikan kebanggaannya atas prestasi ini. “Jurusan sangat bangga dengan kemampuan dosen-dosennya untuk berkiprah di dunia internasional,” jelasnya. (UM)