Kinerja akademik UNGGUL dalam bentuk keterampilan berwirausaha (entrepreneurship) kembali diperlihatkan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Fisip Unila. Sebanyak 10 kelompok berisi 37 mahasiswa berhasil lolos Seleksi Program Hibah Mahasiswa Wirausaha (PMW) Universitas Lampung Tahun 2026. Program hibah kompetitif ini diikuti oleh 258 proposal dari seluruh Unila dan hanya meloloskan 58 proposal yang didanai. Hibah ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa di bawah naungan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Sebagian pemenang hibah ini masuk PMW Kategori Awal, yaitu usaha rintisan bisnis (start-up) mahasiswa yang beroperasi kurang dari 6 bulan. Sebagian lagi masuk Kategori Bertumbuh, yaitu usaha bisnis (start-up) mahasiswa yang sudah beroperasi lebih dari 6 bulan. Masing-masing kelompok memperoleh hibah sebesar Rp 7 Juta. Kesepuluh usaha yang lolos PMW tersebut sebagai berikut.
Nama Usaha: Budidaya Itik Serati Unggul
Tim Pengusul: Adelia N. Batubara (2556051047); Gabriela R.F. Hasibuan (2516051138); Maria Miranti A.V. (2516051052)
Budidaya Itik Serati Unggul merupakan paket usaha terintegrasi yang menggabungkan inovasi kandang minimalis fungsional, penggunaan pakan organik berbasis kearifan lokal tanpa bahan kimia, dan penyediaan bibit itik Serati berkualitas (DOC maupun indukan). Produk ini dirancang sebagai solusi praktis pemenuhan kebutuhan protein mandiri bagi rumah tangga berpekarangan sempit, yang dilengkapi dengan materi edukasi digital berupa panduan perawatan interaktif guna mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

Bisnis yang dikembangkan oleh kelompok mahasiswa ini menawarkan solusi ketahanan pangan keluarga yang adaptif untuk lahan terbatas melalui intensifikasi lahan budidaya. Tidak sekadar membesarkan unggas, inovasi mereka mengintegrasikan tiga komponen utama: penggunaan kandang minimalis yang estetis dan fungsional, penerapan pakan organik hasil fermentasi bahan lokal tanpa bahan kimia sintetis, serta penyediaan bibit berkualitas. Usaha ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada point tanpa kelaparan (Zero Hunger), kota dan permukiman yang berkelanjutan, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Untuk menembus pasar, tim Budidaya Itik Serati Unggul mengkombinasikan strategi pemasaran digital melalui berbagai platform media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan TikTok. Dengan target awal menyasar rumah tangga pedesaan di Kelurahan Pringsewu Selatan, Kabupaten Pringsewu. Bisnis berskala home industry ini diproyeksikan mampu menjadi pelopor pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.
Nama Usaha: Ino Craft (Kerajinan Bucket dan Hantaran)
Tim Pengusul: Mega Aprilliani (2516051087); Mutia Nur F (2516051091); Nabila S. Rinaldi (2516051128); Egita Sari (2516051024)
Ino Crat adalah sebuah usaha kreatif yang bergerak di bidang kerajinan tangan (handmade), khususnya memproduksi karya buket bunga dan hantaran yang unik, estetik, dan bernilai emosional. Usaha ini hadir dari dorongan untuk menciptakan produk seni yang bisa menjadi hadiah berkesan sekaligus mengekspresikan kreativitas anak muda secara positif dan produktif. Secara historis, usaha ini berawal dari ide kecil dan hobi personal yang kemudian berkembang seiring bertambahnya pesanan dan dukungan dari lingkungan kampus. Berbagai pengalaman dan evaluasi dari penjualan awal menjadi fondasi kuat bagi Ino Craft untuk terus tumbuh dan memperbaiki diri, baik dari segi kualitas produk, layanan, maupun manajemen usaha.

Ino Crat didirikan oleh mahasiswa yang memiliki ketertarikan dalam seni merangkai dan kerajinan. Usaha ini muncul sebagai respons atas meningkatnya minat masyarakat terhadap produk handmade yang bersifat personal dan eksklusif. Kebutuhan akan hadiah yang tidak monoton dan dapat disesuaikan dengan moment maupun karakter penerima menjadikan peluang ini semakin terbuka luas. Sejak berdiri awal tahun 2025, Ino Craft memulai langkahnya melalui penjualan online berbasis pre-order dan promosi di media sosial. Kini telah memasuki tahap bertumbuh di mana usaha ini mulai menambah variasi produk, memperbaiki kualitas kemasan, memperluas jaringan pelanggan, serta aktif mengikuti kegiatan bazar dan program pengembangan wirausaha. Penjualannya fokus di area kampus Universitas Lampung dan lingkungan sekitarnya. Alamat usaha ada di Shuttle Bus Unila, Kelurahan Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Bandar Lampung.
Dalam klasifikasi usaha, Ino Craft masuk dalam sektor Industri Kreatif, subkategori Seni dan Budaya, karena mengandalkan unsur estetika dan kreativitas tangan dalam setiap produk yang dihasilkan. Produk-produk seperti buket wisuda, kado ulang tahun, hampers dekoratif, hingga hiasan ruangan menjadi portofolio utamanya yang terus berkembang sesuai tren dan kebutuhan pasar. Struktur organisasinya sederhana dan efisien, terdiri atas ketua Mega Aprilliani sebagai penanggung jawab utama, staf produksi Nabila Shafiqa Rinaldi, staf promosi Mutia Nur Fadillah, dan staf keuangan Egita Sari. Sistem kerja dijalankan secara kolaboratif dan fleksibel menyesuaikan permintaan dan jadwal produksi.
Nama Usaha: Pot & Bunga Kering
Tim Pengusul: Ledi Pebriani (2516051007); Ellen S. Simanjuntak (2516051043); Ananda K. Salsabila (2516051083)
Pot & Bunga Kering sebuah usaha kerajinan kreatif yang mengolah limbah menjadi produk bernilai estetika dan jual tinggi. Bahan baku utama berasal dari daur ulang limbah di sekitar lingkungan, kemudian diolah dan dibentuk menjadi pot & bunga dengan desain kreatif dan unik. Dengan proses daur ulang ini, tidak hanya menghasilkan produk fungsional, tetapi juga produk yang memiliki nilai seni dan daya tarik tersendiri bagi konsumen yang menyukai konsep ramah lingkungan.

Melalui proses daur ulang limbah menjadi pot & bunga kering, usaha ini bertujuan mengurangi jumlah sampah yang terbuang dan menumpuk, sekaligus memberikan nilai ekonomis pada bahan-bahan yang sebelumnya tidak terpakai. Juga, usaha ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas tentang pentingnya kreativitas dalam mengolah limbah, sehingga mendorong gaya hidup yang lebih berkelanjutan dan mendukung ekonomi kreatif berbasis lingkungan. Usaha ini telah memenangkan dana hibah Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) sebesar Rp 7.000.000. Kedepan usaha ini akan lebih meningkatkan kualitas produksi dan perluasan pemasaran produk pot & bunga kering ini.
Nama Usaha: Hortiku (Tanaman Sayur Mayur Inovatif Sebagai Upaya Ketahanan Pangan)
Tim Pengusul: Dwi Susan Pratiwi (2516051105); Gabriella N. Purba (2556051004); Lusiana Gultom (2516051077); Vina A. Putri (2516051133)
Hortiku merupakan sebuah inisiatif urban farming inovatif yang dirancang sebagai solusi atas tantangan ketahanan pangan di wilayah perkotaan, khususnya di Kota Bandar Lampung. Dengan memanfaatkan lahan terbatas di hunian rumah tangga, Hortiku memberdayakan masyarakat untuk memproduksi sayuran segar secara mandiri, sehat, dan berkelanjutan. Usaha ini memiliki tujuan mulia yang berfokus pada kemandirian pangan keluarga serta penerapan prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah rumah tangga seperti plastik dan tekstil bekas disulap menjadi produk fungsional, didukung oleh penggunaan media tanam organik tanpa bahan kimia sintetis. Komitmen ini sekaligus menjadi kontribusi nyata Hortiku terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam point Zero Hunger, Sustainable Cities and Communities, serta Responsible Consumption and Production.

Dalam menjangkau pasar, Hortiku menyasar rumah tangga urban dengan lahan terbatas, komunitas pegiat lingkungan, hingga kelompok wanita tani yang memiliki antusiasme tinggi terhadap gaya hidup hijau. Berdasarkan potensi populasi di Kota Bandar Lampung, terdapat proyeksi pasar yang luas, namun Hortiku mengambil langkah strategis yang realistis dan bertahap. Pada tahun pertama, fokus utama usaha ini adalah menjangkau 0,3% hingga 0,5% dari total pasar potensial, atau sekitar 80 hingga 180 rumah tangga pelanggan. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan kapasitas produksi tetap optimal sekaligus membangun kepercayaan konsumen secara solid terhadap konsep keberlanjutan yang ditawarkan. Melalui sinergi antara inovasi produk dan tanggung jawab lingkungan, Hortiku hadir bukan hanya sebagai penyedia bibit tanaman, melainkan sebagai mitra bagi masyarakat kota untuk menciptakan perubahan positif dimulai dari pekarangan rumah sendiri.
Nama Usaha: Natural Gift
Tim Pengusul: Sera P. Yari (2516051086); Ayu S. Wardhana (2516051042); Syahira S. P. Damarjati (2556051012)
Kami melihat banyak hadiah, seperti bucket dan gantungan kunci, masih menggunakan plastik yang berpotensi menjadi limbah. Dari kondisi tersebut, tim kami menghadirkan Natural Gift, usaha industri kreatif yang memanfaatkan bahan organik mudah terurai sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Natural Gift mengolah daun kering, kain goni, dan bunga kering menjadi souvenir pernikahan, bucket wisuda, gantungan kunci, serta berbagai kerajinan estetik yang bernilai ekonomis sekaligus membantu mengurangi limbah plastik. Melalui usaha ini, kami berharap dapat mendukung pengurangan limbah, menciptakan peluang usaha berkelanjutan, dan menjadi ruang belajar dalam mengembangkan bisnis kreatif.
Nama Usaha: Swarna Wastra, Inovasi Eco-Fashion Pemanfaatan Ampas Kopi Earth Tone Lokal
Tim Pengusul: Zahra S. Adelia (2416051025); M. Hazel F. M. Anwar (2416051089); Matasya A. F. Karim (2456051037); Nasywa A. Alila (2416051113); Dinda Adelia (2416051046)
Swarna Wastra merupakan usaha di bidang industri kreatif, seni, dan budaya yang menghadirkan produk aksesori fesyen berupa bandana dan syal dengan konsep eco-fashion. Keunikan usaha ini terletak pada pemanfaatan limbah ampas kopi sebagai pewarna alami yang menghasilkan nuansa warna earth tone yang khas, ramah lingkungan, aman bagi kulit, serta memiliki nilai estetika tinggi. Selain mengurangi limbah organik, Swarna Wastra juga mengangkat kekayaan budaya Lampung melalui penerapan motif-motif khas daerah pada setiap produknya.

Melalui inovasi tersebut, Swarna Wastra menggabungkan prinsip keberlanjutan dengan kreativitas dalam menghasilkan produk fesyen yang modern dan bernilai budaya. Setiap bandana dan syal dibuat menggunakan teknik pewarnaan alami dan sentuhan lukis tangan sehingga memiliki karakter yang unik pada setiap produk. Dengan memanfaatkan bahan baku dari limbah ampas kopi yang diperoleh melalui kerja sama dengan kedai kopi lokal, usaha ini turut mendukung penerapan ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal Lampung.
Melalui Program PMW Unila, Swarna Wastra berharap dapat mengembangkan kualitas produk, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas jangkauan pemasaran kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Ke depan, Swarna Wastra berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi produk eco-fashion yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya dan lingkungan secara berkelanjutan.
Nama Usaha: Rumah Pintar MY IQ
Tim Pengusul: M. Tauriq Shidqi (2416051087); Mayang B. Chalista (2416051119); Nabila N. Saadah (2416051118); Herdi F. Bahtiar (2411011117)
Bimbingan Belajar Rumah Pintar MY IQ hadir sebagai wadah pendidikan transformatif yang memadukan keunggulan akademik, persiapan intensif UTBK, dan pembentukan karakter mulia bagi siswa dari tingkat Pra-TK hingga SMA. Berbasis di Jl. Bumi Manti II No. 28, Kp. Baru Raya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, lembaga ini menawarkan fleksibilitas belajar tanpa batas melalui inovasi metode hibrida yang mengintegrasikan kelas luring interaktif dan pembelajaran daring via Zoom. Pendekatan ini dirancang secara komprehensif, termasuk bimbingan khusus untuk menembus seleksi masuk perguruan tinggi melalui program UTBK, agar setiap siswa mendapatkan akses pendidikan berkualitas tinggi yang adaptif terhadap era digital.

Lebih dari sekadar mengejar prestasi akademik dan sukses ujian, Rumah Pintar MY IQ mengusung noble purpose yang selaras dengan misi global Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata. Kurikulum yang dikembangkan tidak hanya fokus pada penguasaan materi sekolah dan strategi pengerjaan soal UTBK, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kecakapan hidup. Setiap sesi dirancang untuk menggali potensi unik peserta didik, menjadikan proses belajar sebagai pengalaman yang menyenangkan, bermakna, dan membekali mereka untuk menghadapi gerbang pendidikan tinggi.

Melalui sinergi antara teknologi pembelajaran modern, program persiapan UTBK yang teruji, dan pendampingan yang mendalam, Rumah Pintar MY IQ bertekad menjadi pelopor pencetak generasi muda yang cerdas secara intelektual, tangguh secara emosional, dan berwawasan luas. Lembaga ini berkomitmen nyata dalam membangun fondasi SDM unggul untuk mengantarkan siswa-siswi meraih kampus impian mereka, dimulai dari jantung Kota Bandar Lampung untuk Indonesia.
Nama Usaha: Trade Heroes (Aplikasi Permainan Belajar Pasar Modal)
Tim Pengusul: M. Afifuddin Makruf (2416051070); M. Ilyasa (2416051059); Agist C. Wardhany (2416051090); Rosalia Anggraini (2416051066); Indana Zulfa (2416051003)
Trade Heroes merupakan aplikasi permainan edukasi pasar modal berbasis gamifikasi yang dirancang untuk membantu generasi muda, khususnya mahasiswa dan investor pemula, memahami investasi saham dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Aplikasi ini menggabungkan materi pembelajaran, kuis, mini game, serta simulasi trading menggunakan data pasar saham secara virtual, sehingga pengguna dapat belajar dan berlatih berinvestasi tanpa risiko kehilangan uang. Sasaran utama usaha ini adalah masyarakat berusia 16–30 tahun yang memiliki minat terhadap investasi, tetapi masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan pengalaman.

Keunggulan Trade Heroes terletak pada penerapan gamifikasi yang dipadukan dengan kurikulum edukasi investasi, simulasi trading berbasis data pasar aktual, serta antarmuka yang ramah bagi pemula. Produk dipasarkan melalui platform digital seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, Google Play Store, dan Apple App Store, serta didukung kolaborasi dengan komunitas investasi dan kampus. Dikelola oleh tim yang terdiri dari lima mahasiswa dengan kompetensi di bidang manajemen, pengembangan produk, keuangan, pemasaran, dan teknologi, Trade Heroes diharapkan menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong terbentuknya generasi muda yang lebih siap mengambil keputusan investasi secara bijak.
Nama Usaha: CA-Pure Squad
Tim Pengusul: Azareel C. C Ginting (2416051104); Five M. R. Alfayet (2416051110); Luthfia Z. Delfi (Akt. – FEB); Sang M. Ariatama (Akt. – FEB); M. Usama Inonu (Bisnis Digital – FEB)
CA-Pure adalah usaha inovasi penjernih air (eco-water treatment) berbasis limbah hayati yang dirancang sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan kualitas air domestik yang keruh, berbau, dan mengandung logam. Usaha ini mengusung prinsip ramah lingkungan dan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah cangkang kerang dan cangkang telur tanpa menggunakan bahan kimia. Konsumen potensialnya adalah rumah tangga, usaha laundry, pencucian kendaraan, dan pengelola tambak yang membutuhkan pengolahan air bersih yang praktis dan ekonomis. Produk utama berupa bubuk penjernih air organik dalam kemasan, dimana satu kilogram bubuk CA-Pure mampu menjernihkan hingga 1.500 liter air. Keunikan CA-Pure terletak pada efisiensi pengeluaran biaya air yang tinggi, tanpa limbah sekunder (zero secondary waste), serta pemanfaatan kalsium aktif (CaCO3) alami hasil proses kalsinasi limbah. Strategi pemasaran digital dilakukan secara terintegrasi melalui marketplace (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop) dan media sosial (Instagram, TikTok). Usaha ini memperluas jangkauan pasar melalui konten video demonstrasi before/after, edukasi lingkungan, dan pembentukan komunitas pelanggan setia bernama “Sahabat CA-Pure”.

Pengelolaan usaha dilakukan oleh lima mahasiswa lintas jurusan (Administrasi Bisnis, Akuntansi, dan Bisnis Digital) dengan peran saling melengkapi di bidang kepemimpinan, keuangan, pengembangan produk, pemasaran, hingga pengembangan bisnis. CA-Pure menargetkan produksi sebanyak 750 unit dengan harga jual kompetitif Rp20.000 per kemasan, sehingga mampu menghasilkan keuntungan bersih Rp10.650.000. Dengan dukungan ketersediaan limbah lokal yang melimpah dan jaringan mitra strategis pengepul limbah, CA-Pure optimis mampu berkembang menjadi usaha berkelanjutan yang mendatangkan keuntungan finansial dan nilai tambah bagi lingkungan. Usaha ini jiga diharapkan dapat menciptakan rantai ekonomi baru untuk memberdayakan masyarakat pesisir serta berkontribusi secara nyata terhadap keberlanjutan air bersih dan sanitasi.
Nama Usaha: GROFISH: Inovasi Budidaya Lele, Nila, dan Sayuran Berbasis Aquaponik dengan Konsep Zero Waste untuk Urban Farming Perkotaan
Tim Pengusul: M. Rizky Fadhilah (2416051072); Bagas A. Pangestu (2416051068); Ahmad Fadhillah (2416051112); M. Aden Rahmatullah (2456051034); Daffa H. Hamid (2456051041)
GROFISH hadir sebagai solusi inovatif untuk menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan pangan di kawasan perkotaan yang padat penduduk dan minim lahan. Menyadari tingginya permintaan masyarakat Kota Bandar Lampung terhadap ikan air tawar dan sayuran segar, GROFISH menawarkan sistem urban farming berbasis aquaponik yang sangat efisien dan hemat tempat. Usaha ini tidak hanya berfokus pada peningkatan ketahanan pangan lokal, tetapi juga merespons isu lingkungan secara aktif dengan menerapkan konsep zero waste atau bebas limbah dalam seluruh proses operasional budidayanya.

Inti dari inovasi GROFISH terletak pada pengintegrasian budidaya ikan, seperti lele dan nila, dengan penanaman sayuran organik seperti kangkung dan selada dalam satu ekosistem drum yang terpadu. Sistem ini dirancang secara cerdas dengan memanfaatkan limbah botol plastik sebagai media tanam yang disusun vertikal, yang sekaligus berfungsi sebagai sistem filtrasi alami. Untuk menekan biaya sekaligus mengatasi masalah sampah, GROFISH mengolah limbah organik dari pasar menjadi maggot berprotein tinggi sebagai pakan tambahan alami bagi ikan.
Sebagai pembeda utama dari produk budidaya konvensional, GROFISH sangat mengedepankan transparansi informasi kepada pelanggannya melalui pemanfaatan teknologi QR Code. Dengan memindai kode tersebut, konsumen dapat melihat data real-time mengenai jenis pakan yang diberikan, jadwal kontrol air, hingga estimasi waktu panen yang akurat. Melalui pendekatan yang modern ini, hasil panen GROFISH siap didistribusikan kepada ibu rumah tangga dan pelaku UMKM kuliner dengan jangkauan harga yang tetap merakyat.

Pada akhirnya, GROFISH bukan sekadar usaha yang menjual produk ikan dan sayuran sehat yang bebas bau lumpur dan paparan bahan kimia. Lebih dari itu, GROFISH membawa misi mulia untuk menginspirasi gaya hidup berkelanjutan di tengah masyarakat perkotaan. Dengan desain sistem budidaya yang simpel dan dapat diterapkan di lahan sesempit apa pun, usaha ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan skala rumah tangga, membuka peluang ekonomi baru, serta membantu mengurangi jejak karbon di lingkungan sekitar.

Logo Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Unila