Semangat Membantu UMKM Dan Industri Kreatif Dalam Pemasaran Digital Membawa Ais Maurin Creative Hub Lolos Pendanaan P2MW Kemendiktisaintek 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Universitas Lampung di bidang kewirausahaan. Kali ini, prestasi tersebut datang dari sebuah inovasi bisnis digital yang lahir dari kepekaan mahasiswa terhadap kebutuhan nyata pelaku UMKM di era pemasaran berbasis data. Usaha rintisan bernama Ais Maurin Creative Hub yang digagas oleh Demaria Gracella Tamba (NPM 2416051094), Aisyah Maurina Lubis (2456051024), Anisa Fadela (2516051033), dan Hazel Fawwaz Mahsa Anwar (2416051089) ini berhasil memperoleh pendanaan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa solusi bisnis yang berangkat dari permasalahan riil masyarakat memiliki daya saing yang tinggi di tingkat nasional.

Start-up Ais Maurin Creative Hub hadir sebagai platform social commerce enabler yang di rancang untuk membantu pelaku UMKM dan industri kreatif dalam mengelola pemasaran digital secara lebih profesional, terstruktur, dan berbasis data. Ide ini tidak muncul begitu saja melainkan tumbuh dari pengalaman langsung tim dalam menjalankan aktivitas freelance kreatif sejak akhir tahun 2025. Dalam perjalanannya, mereka berhasil menjangkau lebih dari 2,6 juta penonton unik secara organik serta membukukan pendapatan sebesar Rp40,2 juta. Pengalaman tersebut membuka mata Tim bahwa banyak pelaku UMKM sesungguhnya memiliki potensi besar, namun terkendala oleh minimnya akses terhadap strategi pemasaran yang terukur.

Berangkat dari temuan tersebut, Tim mengembangkan AM-Digital Portal, sebuah sistem digital terintegrasi yang memungkinkan pelaku usaha mengelola seluruh kebutuhan kampanye pemasaran mereka dalam satu platform. Melalui portal ini, pengguna dapat melakukan registrasi layanan, mengunggah data produk, mengakses rekomendasi strategi pemasaran, memantau performa kampanye secara real-time, hingga menerima laporan otomatis setelah kampanye selesai. Inovasi ini secara langsung menjawab tiga persoalan utama yang selama ini dihadapi pelaku UMKM, yakni proses promosi yang tidak terstruktur, pengelolaan administrasi yang masih manual, serta ketiadaan data performa yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan bisnis.

Tim Ais Maurin Creative Hub terdiri dari empat mahasiswa dengan peran yang saling melengkapi. Demaria Gracella Tamba menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) yang bertanggung jawab atas arah dan strategi pengembangan usaha. Aisyah Maurina Lubis mengelola keuangan dan administrasi sebagai Financial & Administration Manager. Anisa Fadela berperan sebagai Marketing & Partnership Officer yang membangun jaringan kemitraan, sementara Hazel Fawwaz Mahsa Anwar menjabat sebagai Creative & Content Director yang memastikan kualitas konten dan identitas visual usaha tetap terjaga. Dengan latar belakang keilmuan Administrasi Bisnis, keempatnya berkomitmen menghadirkan solusi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.

Dengan dukungan pendanaan P2MW 2026, Tim akan berfokus pada tiga agenda utama pengembangan usaha: digitalisasi operasional secara penuh melalui AM-Digital Portal, migrasi sistem administrasi dari manual ke otomatis, serta perluasan jaringan kemitraan dengan pelaku UMKM di berbagai daerah. Dalam tahun pertama pengembangan, Tim menargetkan bergabungnya setidaknya 75 mitra UMKM baru sebagai pengguna aktif platform. Ke depannya, Ais Maurin Creative Hub menargetkan ekspansi ke tingkat regional Sumatera dan bertumbuh menjadi salah satu hub social commerce nasional yang menghubungkan UMKM, kreator konten, dan konsumen dalam satu ekosistem digital yang transparan, profesional, dan berkelanjutan.

Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Unila, Dr. Ahmad Rifa’i, S.Sos, M.Si, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian yang diraih mahasiswanya. “Kami selalu mendidik dan mendorong mahasiswa agar dapat berprestasi di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Keberhasilan memenangkan Hibah P2MW dari Kemendikti Saintek ini merupakan salah satu prestasi yang outstanding dari anak didik kami,” jelasnya. Keberhasilan lolos pendanaan P2MW 2026 menjadi langkah awal yang berarti bagi Ais Maurin Creative Hub untuk membuktikan bahwa inovasi berbasis teknologi yang dikembangkan oleh mahasiswa mampu menjadi solusi konkret dalam mendukung transformasi digital UMKM sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kreatif Indonesia.