Aisyah Putri Perias Sindangsari Menjadi Wisudawan Terbaik Pertama Diploma Tingkat Universitas

Aisyah, berdiri paling kiri

Civitas akademika Program Studi Diploma Tiga (D3) Administrasi Perkantoran FISIP Unila kembali bangga dan gembira karena sebelumnya pada Kamis 21 November 2019 Aisyah Mutiara Nurfadhilah (NPM 1606061007) berhasil menjadi Wisudawan Terbaik Pertama Pada Yudisium Pasca Sarjana, Sarjana, dan Diploma Tingkat FISIP Unila. Kali ini Aisyah 21 tahun dara hitam manis, berhijab, dan tinggi semampai kelahiran Sindangsari, Tanjungbintang Lampung Selatan berhasil mengukir prestasi akademik tertinggi dengan meraih Wisudawan Terbaik Pertama Wisuda Pasca Sarjana, Sarjana, dan Diploma Tingkat Universitas Lampung pada 23 November 2019 di GSG Unila. Prestasi akademik lain yang diperoleh Aisyah adalah 2 berturut-turut kali mendapatkan Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) tahun 2017 dan 2018. Aisyah juga berhasil meraih Juara 3 Mahasiswa Berpestasi Tingkat Fakultas Tahun 2017.

Aisyah dikenal aktif berorganisasi intrakurikuler kampus maupun di luar kampus yaitu sebagai Wakil Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Diploma (HMD) Administrasi Perkantoran, Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Republika, dan Anggota UKM Rakanila (Radio Kampus Unila). Diluar kampus aktif di Komunitas Mata Kita Lampung asuhan Najwa Shihab untuk kegiatan sosial Pembuatan Perpustakaan Baca di Lembaga Pemasyarakat Menggala, sosialisasi pemilu, dan aktifitas akademik bedah buku. Aisyah juga aktif menjadi volunteer di Masyarakat Relawan Indonesia Lampung (MRI) yang menyalurkan donasi untuk kebencanaan dan kemanusiaan. Saat ini Aisyah juga aktif di Karang Taruna dan Remaja Masjid Sindangsari Tanjungbintang Lampung Selatan yang mengajak adik-adik remaja desa untuk aktif dalam kegiatan sosial dilingkungan mereka.

Hawa pedesaan Sindangsari yang sejuk dan tenang telah membentuk karakter Aisyah yang humble dan ceria. Putri kedua kelahiran Mei 1998 dari 3 bersaudara pasangan Bapak Sugeng Widodo dan Ibu Endang Danawati yang berprofesi sebagai perias pengantin oleh teman-temannya dikenal sebagai pribadi penyabar dan memiliki pengaruh yang besar di kelas. Menurut Aisyah “kontribusi untuk lingkungan tidak harus selalu hal yang besar, dimulai aja dari hal yang kecil, kumpul bareng biar kenal dengan lingkungan dan orang orang sekitar. Karena hal kecil ini sekarang aja udah mulai pudar dikalangan remaja,” katanya. Gadis yang aktif di organisasi Karang Taruna Sindangsari ini menuturkan “bukan berarti kuliah di kota, kita lupa dengan daerah. Kalau semua berpikiran untuk ke kota dan ingin menetap di kota, desanya jadi mati dong,” katanya. Menurutnya pendidikan tidak akan menjadi bermanfaat ketika tidak kita terapkan di kehidupan bermasyarakat, terutama bagi kami yang berasal dari daerah. Mencari pendidikan ke kota bukan hanya sekedar mencari popularitas, namun ilmu dan pengalaman itu yang nantinya dapat kita bagikan dan kita terapkan di daerah kita sebagai bentuk kontribusi kita kepada Indonesia. Harapan Aisyah dirinya berharap dapat memotivasi rekan-rekan lainnya untuk tetap bersemangat dalam mengejar pendidikan dan menunjukkan bahwa anak anak daerah juga mampu bersaing dan bisa berprestasi. Terpisah, Ketua Program Studi D3 Administrasi Perkantoran Damayanti, SAN, MAB menyampaikan rasa syukurnya atas 2 prestasi kademik yang diperoleh oleh Aisyah ini. (AM, AR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *