Kolaborasi Berdampak Sigerion-Blockchain Dengan Fakultas Teknik Membawa Tiga Mahasiswa Administrasi Bisnis Lolos PKM GFT Kemendikti Saintek

Keterampilan kolaboratif bidang akademik berhasil di ukir oleh mahasiswa Jurusal Ilmu Administrasi Bisnis Fisip Unila. Tiga mahasiswa Administrasi Bisnis Azareel Cristian Caesar Ginting (2416051104); Hadyan Fikri Zaltha (2416051051), dan Haura Zhafira Ristiyanti (2416051103) berkolaborasi dengan dua mahasiswa Fakultas Teknik yaitu Farrel Akbar Deazeva (2415061019 – Teknik Informatika) dan Efata Riah Triulina Br Ginting (2415031076 – Teknik Elektro) dan berhasil lolos hibah PKM – Skema Insentif GFT dari Kemendikti Saintek tahun 2026, dengan judul “Sigerion: Sistem Dermaga Terapung Modular Berbasis Blockchain Dan Nengah Nyappur Sebagai Solusi Ketahanan Logistik Dan Mitigasi Erupsi Pelabuhan Bakauheni 2045”, di bawah bimbingan dosen FT yaitu Muhammad Ifan Saputra, S.T., M.T.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah ajang dari Kemendikti Saintek bagi mahasiswa untuk menyalurkan ide kreatif dan inovatif, yang terbagi menjadi 8 skema pendanaan dan 2 skema insentif untuk mengasah kemampuan riset, wirausaha, pengabdian, dan karya tulis. Delapan skema pendanaan terdiri dari PKM-RE (Riset Eksakta); PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora); PKM-K (Kewirausahaan); PKM-PM (Pengabdian Kepada Masyarakat); PKM-PI (Penerapan IPTEK); PKM-KC (Karsa Cipta); PKM-KI (Karya Inovatif); dan PKM-VGK (Video Gagasan Konstruktif). Sedangkan untuk skema insentif terdiri dari PKM-AI (Artikel Ilmiah) dan PKM-GFT (Gagasan Futuristik Tertulis). PKM FGT merupakanProgram penulisan artikel yang memuat ide visioner atau futuristik untuk merespons isu masa depan dalam jangka Panjang. Tahun ini PKM skema insentif (PKM-GFT dan PKM-AI) diikuti oleh 4.016 pendaftar/proposal. PKM skema insentif hanya meloloskan 200 proposal yang didanai, terdiri dari 95 PKM-GFT dan 105 PKM-AI. Dengan demikian tingkat keketatan hibah PKM skema insentif ini adalah 1:20 proposal. “Dari Unila hanya ada satu proposal PKM-GFT yang lolos, yaitu dari kami ini”, ujar Arel sebagai panggilan akrab Azareel Cristian Caesar Ginting.

Sigerion merupakan gagasan inovatif berupa sistem dermaga terapung modular berbasis teknologi digital yang dirancang untuk mengatasi permasalahan antrean kendaraan dan risiko bencana di Pelabuhan Bakauheni. Gagasan ini muncul karena meningkatnya volume kendaraan logistik di lintas Jawa–Sumatera yang tidak sebanding dengan kapasitas pelabuhan, sehingga menimbulkan kemacetan panjang, kerugian ekonomi, dan gangguan distribusi nasional. Selain itu, lokasi Pelabuhan Bakauheni yang berada di kawasan rawan tsunami dan aktivitas Gunung Anak Krakatau membuat infrastruktur pelabuhan konvensional menjadi sangat rentan terhadap kerusakan. Sigerion menawarkan solusi melalui konsep ocean-based adaptive infrastructure, yaitu dermaga terapung yang dapat bergerak dan menyesuaikan diri dengan kondisi operasional maupun ancaman bencana.

Sistem ini mengintegrasikan teknologi artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), dan private blockchain untuk mengatur antrean kendaraan secara otomatis, transparan, dan efisien. Kendaraan logistik diarahkan menuju floating buffer di laut sehingga kepadatan di daratan dapat dikurangi secara signifikan. Selain itu, Sigerion dilengkapi sistem evakuasi otomatis menuju laut dalam ketika terdeteksi potensi tsunami, sehingga mampu melindungi infrastruktur dan muatan logistik secara lebih aman. Tidak hanya berfokus pada efisiensi logistik, Sigerion juga mengedepankan keberlanjutan lingkungan melalui penggunaan energi terbarukan seperti panel surya dan turbin angin, serta penerapan biofilter kerang hijau untuk menjaga kualitas perairan.

Konsep ini mengadopsi filosofi budaya Lampung “Nengah Nyappur” yang menekankan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Dengan pendekatan tersebut, Sigerion diharapkan menjadi blueprint pelabuhan masa depan yang cerdas, tangguh bencana, ramah lingkungan, dan mampu mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.  Output utama dari gagasan ini adalah terciptanya konsep sistem dermaga terapung modular bernama Sigerion yang mampu meningkatkan efisiensi logistik nasional, mengurangi antrean kendaraan di Pelabuhan Bakauheni, serta memperkuat mitigasi bencana tsunami melalui teknologi AI, IoT, dan blockchain. Selain itu, inovasi ini menghasilkan rancangan infrastruktur pelabuhan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dengan dukungan energi terbarukan dan sistem biofiltrasi laut.

Terpisah Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Dr. Ahmad Rifa’i, S.Sos, M.Si menyampaikan rasa bangganya atas prestasi ini. “Kami bangga atas ketrampilan kolaboratif mahasiswa kami ini”, ungkapnya. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis, Teknik Informatika, dan Teknik Elektro mampu memberikan dampak bagi masyarakat sekitar dan juga mensukseskan Program Kemendikti Saintek BERDAMPAK. “Melalui Kolaborasi Sigerion – Blockchain ini mahasiswa kami berusaha memberikan solusi atas kejadian adanya antrian panjang kendaraan bermotor di Pelabuhan Bakauheni Lampung”, jelasnya.

Logo Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Unila