Program Studi (Prodi) S1 Ilmu Admnistrasi Bisnis bersama dengan prodi-prodi lain dilingkungan FISIP Universitas Lampung (Unila), diantaranya Prodi S1 Ilmu Pemerintahan, S1 Ilmu Komunikasi, D3 Administrasi Perkantoran, D3 Hubungan Masyarakat, D3 Perpustakaan, Bagian Kerjasama, dan beberapa perwakilan guru besar melakukan Studi Benchmarking ke FISIP Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Delegasi FISIP Unila dipimpin oleh Dekan FISIP Unila, Prof. Dr. Anna Gustina Zaenal, S.Sos, M.Si dan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Noverman Duadji, S.Sos, M.Si. Salah satu tujuan studi benchmarking ini adalah menganekaragamkan strategi manajerial fakultas dalam upaya peningkatan perolehan akreditasi UNGGUL dan akreditasi Internasional bagi program studi.

Delegasi Fisip Unila di terima langsung oleh Dekan FISIP Undip Semarang, Dr. Drs. Teguh Yuwono., M.Pol.Admin, didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ketua Departemen (Kadep) Hubungan Internasional, Kadep Adm. Publik, Kaprodi S2 Adm. Publik, Kaprodi Ilmu Pemerintahan, Kaprodi Adm. Bisnis, Kaprodi Adm. Publik, Kaprodi Ilmu Komunikasi, Kaprodi Ilmu Sosial, Kaprodi Magister Komunikasi, Para Manager, dan Para Supervisor. Dalam pemaparan materinya Dekan FISIP Undip menyatakan “saat ini kami sedang mengemban pride of university menuju Undip riset unggul berkelas dunia,” jelasnya. Saat ini FISIP Undip telah berupaya menjadi World Class Faculty.

Capaian yang telah diperoleh pada tahun 2025 ini adalah FISIP Undip telah berhasil mencapai ranking #501 – 550 QS WUR (Quacquarelli Symonds World University Ranks) tepatnya pada ranking #526 by Subject Social Science and Management. Sedangkan untuk versi Edu Ranks, FISIP Undip telah berada pada ranking #2 di Indonesia, ranking #28 di Asia, dan ranking #382 di Dunia. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk memperlancar masuk ke QS WUR adalah penguasaan IT, sebagai media memperkenalkan diri ke dunia luar. “Kampus harus menguasai IT dan melibatkan banyak media massa agar mudah masuk ke QS,” jelas Dekan FISIP Undip.

Dalam diskusi Dekan FISIP Undip menjelaskan salah satu cara yang ditempuh menuju World Class Faculty adalah dengan melakukan modernisasi fasilitas (infrastruktur) pendidikan. “Kami sengaja membangun fasilitas pendidikan sekelas dan melebihi hotel berbintang,” jelas Dekan FISIP Undip. FISIP Undip merubah wajah baru, dari kampus dengan fasilitas yang terkesan dan ortodok, menjadi kampus modern yang memiliki fasilitas berkelas dunia dan lebih menjamin well-being bagi mahasiswa. Fasilitas modern dan berkelas dunia ini justru mendorong para mahasiswa melakukan promosi melalui akun-akun media sosial, diantaranya IG, Tiktok, FB, dll. Dampaknya FISIP Undip akan semakin di kenal di Indonesia hingga dunia. Selain itu, upaya mendunia juga dilakukan melalui gerakan publikasi ilmiah bereputasi secara masif. “Tahun ini target kami 200 publikasi dosen yang bereputasi dan terindeks Scopus,” tegas Dekan FISIP Undip.

Dalam kesempatan Studi Benchmarking ini, FISIP Undip juga menawarkan kolaborasi dalam publikasi bereputasi. Selain itu juga menawarkan aktifitas untuk saling mensitasi antar peneliti kedua belah pihak. Karena productivity and the recognition in global publications merupakan salah satu indikator yang harus di raih menuju World Class Faculty. Delegasi Fisip Unila juga berkesempatan untuk berkeliling fakultas untuk melihat dan mempelajari berbagai fasilitas modern berkelas dunia yang ada di FISIP Undip. Fasilitas pendidikan berkelas dunia ini dapat di lihat di https://fisip.undip.ac.id/id/fasilitas-kampus/.

Kegiatan Benchmarking FISIP Unila – FISIP Undip Semarang ini diakhiri dengan penandatanganan Piagam Kerja Sama (PKS) antara Dekan FISIP Unila dengan Dekan FISIP Undip Semarang dan penandatanganan Implementing Agreement (IA) antar program studi dari kedua fakultas.