
Kamis, 31 Oktober 2019 dua orang dosen utusan dari Jurusan Administrasi Bisnis yaitu Ahmad Rifa’i, SSos, MSi dan Mediya Destalia, SAB, MAB mengikuti Penyamaan Persepsi Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS 4.0) dan Korelasinya dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unila di Gedung Rektorat Lantai 2 Unila Unila. Kegiatan ini diikuti oleh para Dekan, para Ketua Jurusan, para Ketua Program Studi, para Ketua Penjaminan Mutu Fakultas dilingkungan Unila, dan para Ketua Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Asuhan Unila yang ada di Provinsi Lampung. Perguruan Tinggi Asuh tersebut diantaranya Universitas Malahayati, Universitas Muhamadiyah Lampung, Universitas Muhamadiyah Metro, Universitas Tulang Bawang, Universitas Megou Pak, Universitas Saburai, AMIK Lampung, Akparsan Lampung, STIMIK Tunas Bangsa, STIE Satu Nusa, Stibun Lampung, STBA Yunisla, STKIP Al Islam, STKIP Kumala Metro, STKIP PGRI Metro, dan STIT Pringsewu.

Acara Penyamaan Persepsi ini menghadirkan narasumber Anggota Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) Sugiyono, PhD dan Sekretaris LP3M Unila Elida Purba, PhD. Acara dibuka langsung oleh Rektor Universitas Lampung Prof Hasriadi Mat Akin dan didampingi oleh Ketua LP3M Unila Prof Murhadi. Saat membuka acara Prof Hasriadi menekankan pentingnya tanggung jawab penjaminan mutu oleh semua bagian yang ada di institusi Unila. Proses penjaminan mutu bukan hanya tanggung jawab dari taskfoce saja. Prof Hasriadi juga menekankan pentingnya bidang akademik sebagai core bussines utama di Unila dan pentingnya kebijakan transformasi Unila dari research university menjadi entrepreneur university.

Dalam pemaparan materinya Sugiyono, PhD menjelaskan tentang pengembangan dan implementasi IAPS 4.0 dengan 9 Kriteria untuk menggantikan instrumen akreditasi 7 Standar. “Ada 6 pengembangan dan perbedaan di instrumen IAPS 4.0 dengan 9 Kriteria dibandingkan dengan instrumen akreditasi dengan 7 Standar,” jelasnya. Pengembangan tersebut pertama, Responsibility yaitu dari program sudi ke unit pengelola diatasnya, kedua, Paradigm shift yaitu dati input-process ke output-outcome, ketiga, Assessee task yaitu dari pemenuhan kriteria (forms fulfillment) oleh program studi ke evaluasi diri (self evaluation). Pengembangan keempat adalah Assessor tasks yaitu dari deskripsi data atau informasi menjadi penilaian evaluasi diri (assessing self evaluation), kelima, Nature yaitu dari pengecekan mutu (quality check) ke penjaminan mutu (quality assurance), dan keenam, Process changes yaitu pemberian report/feedback kepada program studi. Sementara itu Elida Purba, PhD dalam materinya menjelaskan pentingnya kepemilikan SPMI oleh Unila dan pemenuhan standar dalam SPMI sesuai dengan Standar Nasional (SN) Dikti untuk menyelesaikan dan mengisi instrumen IAPS 4.0. “Dokumen SPMI itu minimal berisi kebijakan SPMI, Manual SPMI, Standar SPMI minial sesuai SN Dikti, dan Formulir atau Borang SPMI,” jelasnya. (AR)