
Sabtu, 7 September 2019 Jurusan Administrasi Bisnis FISIP Unila menyelenggarakan Workshop Curriculum Improvement on Expected Learning Outcame (ELO) di Hotel Bukit Randu Bandar Lampung. Workshop diikuti oleh seluruh dosen, staff jurusan, dan para Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis dari perguruan tinggi di Lampung, yaitu dari Universitas Bandar Lampung, Universitas Saburai, dan Universitas Tulang Bawang. Workshop menghadirkan pembicara Novita Ika Sari, PhD Ketua Bidang Kurikulum AIABI (Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia). Workshop dibuka oleh Dekan FISIP Unila Dr Syarief Makhya didampingi Ketua Jurusan Administrasi Bisnis Ahmad Rifa’i, SSos, MSi. Dalam sambutannya Ahmad Rifa’i menyatakan workshop ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Penyusunan dan Submit SAR (Self Assesment Report) untuk memperoleh Sertifikasi Internasional AUN-QA (ASEAN University Network-Quality Assurance). Dalam rangka Sertifikasi Internasional AUN-QA, Jurusan harus memiliki Profil Lulusan, Capain Pembelajaran Lulusan (Expected Learning Outcame/ELO), dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang didalamnya harus ada Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). “Output dari workshop ini adalah tersusunnya RPS yang memiliki CPMK pada masing-masing pertemuan”, tambahnya.

Saat pembukaan acara workshop, Dekan FISIP Unila Dr Syarief Makhya menyatakan dalam rangka Sertifikasi Internasioanl ini Jurusan Administrasi Bisnis harus mencari dan menemukan ‘penciri’ dan ‘pembeda’ dengan jurusan lain. Saat ini jumlah peminat Jurusan Administrasi Bisnis sudah berada pada nomor dua terbanyak di FISIP Unila. Dr Syarief juga menyatakan Sertifikasi Internasional ini penting untuk meningkatkan peringkat Unila. Selanjutnya Dekan FISIP Unila ini juga menyampaikan peran penting ilmu sosial dimasa yang akan datang dan hal yang harus dilakukan oleh akademisi ilmu sosial dalam menyambut era keterbukaan. Menurutnya kajian ilmu sosial harus bersinergi dengan kajian ilmu ekonomi. Karena dunia kedepan akan dipenuhi oleh ‘praktek-praktek ekonomi’. Ilmu sosial juga harus memperhatikan dan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan information technology (IT). “Yang tidak kalah penting ilmu sosial juga harus tanggap terhadap isu-isu lingkungan”, tambahnya.

Sementara itu dalam penyampaian materinya, Novita PhD selain menyampaikan materi teknik penyusunan RPS yang memuat CPMK, juga menyampaikan kontribusi AIABI terhadap kelengkapan sarana pembelajaran. Menurutnya saat ini secara kelembagaan AIABI sudah memiliki (menyiapkan) 27 mata kuliah (setara dengan 72 SKS) Kurikulum Nasional yang sudah memiliki RPS. RPS-RPS tersebut dapat dipakai (diadopsi) oleh seluruh anggota AIABI. Selian itu Novita PhD juga menyampaikan bahwa domain keilmuan Administrsai Bisnis terdiri dari tiga domain, yaitu ketatapamongan (governance) yang di support oleh 7 mata kuliah, domain inisiasi bisnis baru (start up business) yang di support oleh 10 mata kuliah, dan pengelolaan organisasi bisnis kecil dan menengah yang di support oleh 10 mata kuliah. Novita PhD juga menyampaikan bahwa “Capaian Pebelajaran Lulusan (Expected Learning Outcame/ELO) dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu Pengetahuan, Sikap, Keterampilan Umum, dan Keterampilan Khusus dengan masing-masing kelompok memiliki indikator yang berbeda”, jelasnya.