Empat Kali Juara Nasional, Shadina Berhasil Juara 2 Kyorugi Kejuaraan Pugnator Open International Taekwondo Championship

Tahun 2025 merupakan tahun prestasi non akademik bakat minat yang UNGGUL bagi mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Unila. Kali ini, Shadina Dwy Ananta (2316051036) kembali berhasil mengukir prestasi sebagai Juara 2 Kyorugi Prestasi Senior Putri U-62 kg pada Kejuaraan Pugnator Open Internasional Taekwondo Championship 2025 yang di gelar di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 3 – 5 Oktober 2025. Shadin, panggilan akrabnya, telah mengukir empat prestasi untuk Jurusan tercinta, diantaranya Juara 1 Kyorugi Under 62 kg Putri Senior Pada Kejuaraan Nasional KONI CUP SERIES 2024, Juara 2 Kyorugi Under 62 kg Putri Senior Pada Kejuaraan Nasional BHAYANGKARA PRESISI II KAPLODA DIY, Juara 3 di Kejurnas Taekwondo Gubernur Cup Lampung 2025, dan Juara 1 Taekwondo U-57 kg di Pomprov Lampung 2025.

Mojang berhijab, berkulit kuning langsat, tinggi badan 156 cm dengan berat badan 57 kg kelahiran Bandar Lampung April 2005 merupakan anak bungsu dua bersaudara buah hati dari Bapak Nurcahya Yarmansyah dan Ibu Wiwin Kusmawati. Gelaran Kejuaraan Pugnator Open Internasional Championship diikuti oleh 3.000 peserta. “Peserta yang hadir berasal dari tujuh negara,” jelas Shadina. Negara-negara yang berpartisipasi adalah Indonesia, Malaysia, Timor Leste, Philipina, Pakistan, Singapura, dan Pakistan. Kejuaraan Pugnator Open Internasional Championship yang digelar di Jogjakarta mengambil “Sport Tourism”. Gelaran ini selain ajang adu kekuatan Taekwondo, juga sebagai sarana memperkenalkan budaya dan pariwisata yang ada di Jogjakarta. Termasuk juga sebagai upaya memajukan ekonomi kecil, utamanya ekonomi kreatif yang ada di Jogjakarta.

Pada babak final, Shadina bertemu dengan atlet Taekwondo dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Sistem pertandingan ini menggunakan best of three. Pada ronde pertama, Shadina kalah dan terkena ‘point gap’. “Saya kalah 12 point dari lawan pada ronde pertama,” jelas Shadina. Kejuaraan Pugnator Open Internasional Championship menggunakan ‘body protector’ dengan sistem PSS (Protector Scoring System). Sistem ini menggunakan sensor yang ditempelkan pada pelindung badan untuk mendeteksi tendangan yang masuk, sah, dan mendapatkan bernilai. Sistem PSS ini mengurangi potensi kecurangan juri dan meminimalkan cedera. Pada ronde kedua Shadina hanya berhasil memasukkan tendangan yang sah sebanyak dua kali. “Saya hanya mendapatkan point empat pada ronde kedua,” ucap Shadina. Dengan hasil ini Shadina harus puas sebagai juara 2. Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Unila, Dr. Ahmad Rifa’i, S.Sos, M.Si menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi ini. “Atas nama jurusan, saya mengucapkan terima kasih kepada Shadina yang telah memberikan banyak prestasi untuk lembaga tercinta ini,” ucapnya.